SDIT Wahdatul Ummah pamerkan buku karya siswa di Festival Literasi Kota Metro bersama Agree Media

Kunjungan rombongan siswa penulis cilik dan guru ke stand Agree Media Publishing. Dok. Agreemedia (25/09)Metro, 25 September 2025_ Festival Literasi yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) Kota Metro menjadi saksi atas capaian literasi mengesankan dari SD IT Wahdatul Ummah (SDIT WU). Kunjungan rombongan siswa dan guru ke stand Agree Media Publishing bukan sekadar kunjungan edukasi biasa, melainkan momen bersejarah di mana para siswa secara resmi menjemput dan memamerkan buku-buku hasil goresan pena mereka sendiri. Di tengah keramaian acara, stand Agree Media Publishing menonjolkan jajaran buku bersampul menarik hasil kerja sama dengan SDIT WU. Hal ini menempatkan siswa SDIT WU sebagai bintang utama dalam program literasi festival tersebut.

Menyuarakan Imajinasi Lewat Berbagai Genre

Kolaborasi antara SDIT WU dan Agree Media Publishing menghasilkan serangkaian karya yang mencerminkan keragaman bakat dan minat siswa. Buku-buku yang diterbitkan dan dipajang di Festival Literasi meliputi:

  1. Goresan Pena : Buku ini menampilkan kedalaman pemikiran siswa kelas atas, dengan berbagai genre tulisan seperti puisi sarat makna, cerpen menghibur, hingga esai reflektif tentang kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai keislaman.
  2. Dunia Mini Kami : Koleksi ini mencerminkan dunia imajinasi anak-anak. Melalui fiksi mini, siswa melatih keterampilan menyampaikan cerita padat, menarik, dan penuh kejutan dalam batasan kata singkat.
  3. Seri Komik Literasi Anak (KLA) Islami dan Lingkungan:
  4. Kunci Surga : Komik edukasi yang menanamkan nilai-nilai keagamaan dan moral Islami melalui narasi bergambar menyenangkan, relevan dengan identitas sekolah Islam terpadu.
  5. Menjaga Si Biru dan Kemarau di Lautan: Dua judul komik ini menunjukkan kepekaan siswa terhadap isu lingkungan. Mereka mengemas pesan konservasi dan kepedulian alam dalam format komik mudah dicerna dan berwarna penuh.

Koleksi ini bukan hanya bukti keberhasilan SDIT WU dalam menumbuhkan minat baca, tapi juga kemampuan siswa mengubah diri menjadi pencipta konten yang bersuara melalui karya tulis.

Menginspirasi Pengunjung dan Komunitas Literasi

Kehadiran penulis cilik ini menarik perhatian pengunjung festival, termasuk pegiat literasi dan pemerhati pendidikan. Muncul beragam kekaguman melihat siswa sekolah dasar mampu menghasilkan karya terstruktur dan diterbitkan secara profesional.

Bapak Andri Yusro, S.Pd.I (Guru Pendamping Literasi SD IT WU ) menyatakan bahwa program literasi sekolah dirancang bukan hanya memenuhi kurikulum, tapi memberikan pengalaman berharga yang mengubah perspektif siswa. Guru Pendamping literasi dan cerita bergambar lainnya yaitu Ibu Mutia, Ibu Elvira, Ibu Dinda Savira Maharti, ST., dan Ibu Aty’ Wahyuni, S. Pd., serta Penulis cilik yaitu Ahda Rayda, Cinde Alisyafarras Nanda, Izzah Fahimatussa’diyah, Soleh Mutaqin, Danish Alkhalifi Ahnaf dan Shahnaz Hayfa Aqila turut mendukung penuh prestasi siswa dan sekolah sinergi bersama penerbit.

“Kami selalu bilang kepada anak-anak, ‘Jangan hanya jadi pembaca baik, jadilah penulis yang menginspirasi.’ Hari ini, mereka membuktikannya,melihat buku mereka dipajang di stand Agree Media Publishing, di tengah bedah buku tokoh-tokoh besar, adalah validasi terbesar bagi mimpi dan kerja keras mereka,”ucapnya bangga.

Perwakilan Agree Media Publishing menambahkan bahwa proyek bersama SDIT WU merupakan program unggulan penerbit dalam mendukung regenerasi penulis muda Indonesia. “Kolaborasi ini menjadi model bagi sekolah lain untuk membawa karya siswa ke publik,” ujar fikri saat kunjungan.

Literasi Masa Depan: Dari Kelas Menuju Rak Buku

Kunjungan SD IT Wahdatul Ummah ke Festival Literasi Kota Metro dan perayaan terbitnya buku-buku mereka menjadi penutup manis. Momen ini menegaskan bahwa masa depan literasi Indonesia akan diisi penulis muda yang berani menuangkan ide.

Dengan Komik KLA dan antologi fiksi/nonfiksi dari para Guru dan Pegawai serta siswa SDIT WU, pesan yang disampaikan jelas. Literasi adalah pondasi pendidikan karakter, sementara komik dan fiksi mini efektif menanamkan nilai moral, agama, dan lingkungan pada generasi penerus. (AO)

Leave a Reply