
Metro, 12 November 2025_ Agree Media Publishing kembali menghadirkan program inspiratif bertajuk Ngaji Tapi Ngegas: Syariah di Era Digital”, yang diselenggarakan di Kantor Galeri Agree Media dan disiarkan secara langsung melalui Instagram dan TikTok @agree_mediapublishing. Podcast ini menghadirkan Bapak Husnul Fatarib, Lc., M.A., Ph.D, Dekan Fakultas Syariah UIN Jusila, sekaligus penulis buku terbaru Agree Media berjudul Fikih & Neurosains. Acara ini dipandu oleh Ustadz Akhmad Jazuli, M.Sos, seorang motivator dan praktisi Preaching & Community Engagement dari Agree Media.
Podcast ini juga dihadiri oleh tim Agree Media Publishing Ibu Dr. Oriza Agustin M.Si., Bapak Fajar Prasetya S.Pd., Bapak Lutfi Ilhami S.Kom., Ibu Nurul Amirah, S.Pd., Aina Oktaviani dan juga Andi Saputra.
Fikih & Neurosains: Menemukan Akal Sehat dalam Spiritualitas
Dalam sesi ini, Bapak Husnul menjelaskan bahwa buku Fikih & Neurosains. Berakar dari penelitian kampus sejak tahun 2022 yang kemudian dikembangkan menjadi buku yang memadukan pendekatan keilmuan Islam dan neurosains modern. Ia mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 menjadi latar penting dalam penelitian tersebut. Banyak orang kehilangan kendali diri dan akal sehat ketika menghadapi masa karantina.

“Ketika seseorang dikarantina dan tidak bisa berinteraksi dengan dunia luar, tekanan psikologis meningkat. Banyak pasien kehilangan daya tahan mental karena hanya berhadapan dengan lingkungan rumah sakit dan obat-obatan,” ungkapnya.
Menurutnya, dalam kondisi kritis seperti itu, koneksi spiritual dengan Allah SWT menjadi faktor pemulihan yang luar biasa. Otak manusia punya jaringan penyembuhan alami. Saat seseorang mendekatkan diri kepada Allah, sel-sel sarafnya bisa dirangsang untuk bekerja lebih baik, membantu melewati masa kritis.
Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung
Fakultas Syariah UIN Jurai Siwo Lampung adalah institusi pendidikan tinggi yang mengkhususkan diri dalam hukum dan syariah Islam, serta implementasinya dalam kehidupan modern. Tujuannya adalah membekali mahasiswa dengan pemahaman komprehensif mengenai prinsip-prinsip hukum Islam dan mengembangkan keterampilan analitis serta praktis untuk mengatasi persoalan hukum kontemporer.
Melalui pendekatan interdisipliner, Fakultas Syariah dan Hukum berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi pada pengembangan hukum yang adil dan berkeadilan sosial. Dengan mengutamakan pendidikan berkualitas dan nilai-nilai keagamaan, fakultas ini berkomitmen mencetak profesional hukum yang mampu menjawab tantangan dan memberikan solusi relevan bagi masyarakat.
Fakultas Syariah memiliki tiga program studi (S1) sebagai berikut:
1. Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) (S1) — prodi yang fokus pada hukum keluarga Islam.
2. Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) (S1) — prodi yang mengkaji hukum ekonomi Islam.
3. Hukum Tatanegara Islam (Siyasah Syari’yyah) (S1) — prodi yang mempelajari hukum dan politik Islam.
Syariah dan Gen Z di Dunia Digital
Hubungan antara fikih dan neurosains, Bapak Husnul juga menyoroti tantangan Gen z dalam memahami dan mengamalkan syariah di tengah gempuran dunia digital.

“Generasi sekarang cepat belajar, tapi sering kehilangan arah karena informasi berseliweran tanpa konteks. Syariah justru hadir untuk menuntun agar semangat digital mereka tetap bernilai ibadah,” ujarnya.
Ia menambahkan, media sosial bisa menjadi ladang dakwah dan ladang pahala, asalkan digunakan dengan prinsip adab, tabayyun, dan tanggung jawab moral.
Ngaji yang Ngegas, Tapi Tetap Cerdas

Melalui format podcast yang santai namun bernas, Ngaji Tapi Ngegas menghadirkan dialog yang menyegarkan antara ilmu, iman, dan akal sehat.”Acara ini dirancang agar dakwah bisa terasa ringan, relevan, dan membumi bagi generasi digital,” ungkap Ustadz Akhmad Jazuli. Peserta yang mengikuti podcast ini juga mendapatkan e-sertifikat dan doorprize menarik sebagai bentuk apresiasi dari Agree Media Publishing yang terus berkomitmen menghadirkan literasi Islam yang kontekstual dan membangun.(AO)