Bandar Lampung, (24 Juni 2026)_Agree Media Publishing turut berpartisipasi dalam kegiatan Talk Show Literasi 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Lampung di Aula Nuwa Baca Zainal Abidin, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung. Kegiatan ini mengusung tema “Relevan, Resilien, Revolusioner: Penerbit Indonesia di Era Baru Literasi” dan menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai elemen literasi di Provinsi Lampung.
Talk show tersebut menghadirkan penerbit, akademisi, pegiat literasi, komunitas, mahasiswa, pelajar, hingga unsur pemerintah dalam satu forum diskusi yang bertujuan memperkuat budaya baca dan ekosistem literasi daerah. Bunda Literasi Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza menegaskan pentingnya sinergi antara penerbit, sekolah, organisasi, dan berbagai sektor lainnya untuk membangun budaya berpikir melalui literasi.
Sebagai salah satu anggota aktif IKAPI Lampung, Agree Media Publishing hadir 20 penerbit anggota IKAPI Lampung, yaitu Agree Media Publishing, Anugrah Utama Raharja (Aura), Hijau Ampat Madila (Utan Kayu), Insight Pustaka Nusa Utama, Instidia Press, Inspro Pustaka, ITERA Press, Justice Publisher, Laduny Alifatama, Madani Jaya, Nafal Global Nusantara, Penerbit Harakindo, Pensil Bersejarah Publishing, Pusaka Media, Pustaka Attirmidzi, Saburai Press, UM Metro Press, UMKO Publishing, UMPRI Press, dan Zamzam Tower, serta sejumlah penerbit anggota lainnya yang turut mendukung penguatan industri buku dan literasi di Lampung.
Keikutsertaan Agree Media dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk terus mendukung lahirnya karya-karya berkualitas, memperluas akses literasi, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai pihak.
Kehadiran para penerbit dalam satu forum juga menunjukkan semangat bersama untuk menghadapi tantangan industri penerbitan sekaligus memperkuat peran buku sebagai warisan peradaban dan sumber kebaikan bagi masyarakat.
Melalui momentum Talk Show Literasi 2026, Agree Media berharap sinergi antara penerbit, pemerintah, komunitas, dan dunia pendidikan semakin kuat sehingga mampu melahirkan ekosistem literasi yang sehat, produktif, dan berdampak bagi kemajuan Provinsi Lampung. (AO)
