Metro – Rabu, 21 Agustus 2024. Agree Media Yogyakarta bekerja sama dengan tim literasi SD IT Wahdatul Ummah untuk mendampingi penulisan dan ilustrasi karya tulis siswa. Ini adalah langkah awal yang baik menuju lingkungan sekolah yang benar-benar mendukung Program Literasi Anak. Motivasi utama sinergi ini adalah untuk mendorong minat siswa dalam menulis. Hasilnya akan berupa buku cerita dan buku cerita bergambar, baik cetak maupun digital. Proses memupuk kesenangan menulis dan menggambar sketsa sederhana ini akan memiliki nilai yang lebih besar daripada sekadar pengakuan hasil dalam dunia kepenulisan.
Program literasi anak di SD IT Wahdatul Ummah ini sudah dimulai sejak akhir tahun ajaran lalu. Kebetulan berlanjut dengan momentum libur akhir tahun ajaran, anak-anak dibekali notes yang dapat mereka gunakan untuk menulis dan menggambar pengalaman liburan mereka. Tim Agree Media yang diwakili oleh Nurul Amirah dan Nadiya Arisandi, sebagai PR Agree Media, kemarin telah berkesempatan untuk mengadakan kunjungan awal ke SD IT Wahdatul Ummah. Bapak Adri Yusro, selalu bagian dari tim literasi SD IT Wahdatul Ummah, menyerahkan notes yang telah dikumpulkan oleh siswa. Notes-notes ini nantinya akan diolah oleh tim Agree Media untuk dijadikan sebuah buku cerita anak, yang ditulis oleh anak-anak.
Pada pendampingan-pendampingan berikutnya, penulis cilik kita akan mengetahui bagaimana proses notes mereka berubah jadi buku. Penulis akan berproses bersama dengan editor, ilustrator, desainer, bahkan dalam hal ini, peran guru dan orang tua pun ikut membantu anak-anak belajar dan berpartisipasi dalam gerakan literasi ini. Agar buku cerita anak yang baik dapat dihasilkan, maka dukungan penerbit, penulis, dan pendidik harus bekerja sama dengan baik.
Pertanyaan yang muncul adalah mengapa anak-anak tidak tertarik untuk membaca? Kenapa menjadi sulit bagi penulis anak untuk menulis buku mereka sendiri? Baik suka atau tidak, itulah yang terjadi dalam dunia perbukuan kita, terutama sastra anak. Diharapkan bahwa buku cerita yang tersedia untuk anak-anak akan mendorong mereka untuk menulis atau menggambar buku bacaan dengan biaya terjangkau.
Untuk menjawab dan mencapai hal ini, permulaan upaya sinergi antara tim literasi SDIT WU dan tim Agreemedia Yogyakarta patut diapresiasi. Baik secara langsung maupun tidak langsung, langkah ini membuka pintu pembinaan bagi siswa yang menulis buku anak, dan ini berdampak positif pada sekolah. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan minat siswa dalam membaca, menulis, dan menggambar ilustrasi semakin meningkat. Hal ini tentunya diharapkan dapat membantu meningkatkan prestasi belajar secara keseluruhan.
Dewasa ini, tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan perkembangan teknologi digital telah mengubah pola hidup dunia anak-anak kita. Memunculkan kesenangan mereka dalam menulis dan menggambar, menjadi tantangan terbesar kita. Mereka terfokus pada perangkat, aplikasi, video, media sosial, dan banyak lagi. Di sinilah peran pendampingan tim Agree Media Yogyakarta dalam proses menulis yang menarik dan menghibur sangat penting.
Untuk mengubah tulisan karya orisinal anak-anak ini menjadi karya yang berkualitas dan layak diterbitkan, diperlukan bimbingan. Secara sederhana, buku yang baik harus menarik perhatian anak, menarik mereka untuk membaca, dan akhirnya membuat mereka selesai membacanya. Di sinilah faktor materi (kandungan cerita) dan penyajian berperan. Buku yang berkualitas harus membantu perkembangan psikologi anak sehingga mereka mengalami perkembangan kognitif, psikomotorik, dan afektif yang diharapkan. Selanjutnya, hal yang tidak kalah penting adalah bahwa buku harus menarik dari segi desain dan grafika, sesuai dengan konteks topik yang dibahas. Judul, tipografi, warna, dan ilustrasi buku cerita anak menunjukkan daya tariknya.
Setiap upaya untuk menerbitkan satu buku anak memerlukan studi penyuntingan pengembangan komprehensif. Sangat disayangkan jika sebuah buku dengan materi dan penyajian yang luar biasa, gagal menarik minat anak-anak karena tampilannya yang tidak menarik. Kemasan yang memikat tidak dapat diabaikan.
Berbicara tentang ide, ini adalah proses anak-anak dalam menemukan, bukan mencari. Dunia anak-anak adalah masa yang menyenangkan dan sederhana. Maka serpihan catatan kesederhaaan ini yang kita kumpulkan dan dampingi sampai menjadi sebuah narasi yang layak untuk dipublikasikan. Ide dan konsep dasar di sekitar kita akan terus ada. Coba gunakan ide-ide sederhana tersebut untuk melatih diri anak menuangkan dalam catatan harian dan sketsa. Proses ini akan memudahkan untuk menghadapi kerumitan dalam menulis narasi. Tak kalah penting, dibutuhkan keberanian dan upaya untuk menggali ilmu dan pengalaman dari komunitas kepenulisan dan penerbit. Pelajari tentang penulis-penulis yang telah sukses dalam menulis buku cerita untuk anak-anak dan telah membuktikan diri mereka. Karena pada dasarnya kita tidak dapat belajar sendiri, apalagi dunia anak anak-sangat kaya akan imajinasi dan pelik dalam perkembangan psikologi. Sekali lagi, menulis buku, termasuk buku cerita untuk anak-anak, adalah proses yang panjang. Jangan menyerah di tengah jalan; lanjutkan dengan langkah demi langkah dengan kesenangan layaknya anak-anak yang bermain dengan mainan kesukaannya.

