Metro, Lampung – Senin, 11 Agustus 2025, Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Lampung tahun 2025 menjadi ajang pembuktian bagi bakat-bakat muda di bidang seni. Tim musik tradisional SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan (MuAD) tampil sebagai juara pertama dan berhasil melangkah ke tingkat nasional. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri karena salah satu anggota tim yakni Fahribi Ibnu Syauqillah dari kelas VIII Al Hamid dengan wali kelas Ustadz Hendro Susilo. Ananda merupakan penulis cilik Agree Media Publishing. Keberhasilan ini bukan hanya mengangkat nama sekolah tetapi juga membuktikan bahwa literasi, seni dan sastra dapat tumbuh beriringan.
Selain Fahribi, tim musik tradisional SMP MuAD berhasil meraih Juara Pertama di ajang FLS3N Provinsi Lampung 2025 ini yaitu; Ananda M. Mahendra, Rhazasky Patra Arpandi, M. Naufal Arkan Divian, dan M. Kenzie Abrari. Mereka tampil dengan penuh semangat serta kekompakan, memainkan musik tradisional dengan harmonisasi yang memadukan keindahan nada, ketepatan tempo, dan penghayatan yang kuat terhadap setiap alunan lagu. Perpaduan kemampuan dan kerja sama yang terjalin di antara mereka membuat penampilan ini mampu memukau dewan juri dan meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton hingga akhirnya mengantarkan mereka meraih gelar juara.
Kiprah Fahribi di Dunia Literasi
Sebelum dikenal sebagai musisi muda, Fahribi telah menekuni dunia menulis. Sebagai penulis cilik Agree Media yang telah menerbitkan Buku Enjoy Exsploring the Universe, ia berkontribusi dalam beberapa buku cerita anak yang terbit secara nasional. Ceritanya banyak mengangkat nilai persahabatan, semangat belajar, kecintaan terhadap budaya Indonesia dan Sains Ilmu Pengetahuan. Bagi Fahribi, menulis dan bermusik memiliki kesamaan. Keduanya adalah seni bercerita, bedanya menulis menyampaikan pesan lewat kata sedangkan musik menyampaikan rasa lewat nada.
Perjalanan Menuju Juara
Persiapan menuju kompetisi dilakukan selama berbulan-bulan, tim rutin berlatih setelah jam sekolah untuk mengasah teknik bermain dan mengatur harmoni. Mereka memilih membawakan lagu daerah yang dikombinasikan dengan aransemen modern sehingga, tetap mempertahankan kekayaan budaya sekaligus relevan bagi generasi muda. Fahribi mengakui tantangan terbesar adalah membagi waktu antara latihan musik, belajar, dan menulis untuk proyek literasi. Dengan manajemen waktu yang baik serta dukungan orang tua dan guru, semua tantangan dapat teratasi.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pihak sekolah SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Metro yang dikepalai oleh Bapak Ali Musyafa, S.Ag., M.M., memfasilitasi latihan dan memberikan motivasi. Pelatih sekaligus mentor Ustadz Havidz begitu sabar melatih ananda bersama tim. SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Metro menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung siswanya untuk meraih prestasi terbaik di ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat nasional. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan intensif, pendampingan guru berpengalaman, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai demi memaksimalkan potensi siswa. Menurut Ustadz Havidz, “pihak sekolah juga membangun motivasi dan mental juara para peserta dengan menggelar simulasi lomba, pelatihan rutin, serta melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan pengembangan bakat dan kreativitas”. Dengan dukungan menyeluruh ini, SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan optimis siswanya mampu bersaing di tingkat nasional, membawa nama baik sekolah, daerah, dan Muhammadiyah di kancah prestasi seni Indonesia.
Peran Keluarga juga setia mendampingi setiap proses persiapan. Sebagai Penerbit yang mendampingi langkah kecil Fahribi sejak di Sekolah Dasar, Agree Media turut memberikan semangat kepada Fahribi agar terus mengasah kreativitas baik dalam menulis maupun seni pertunjukan, kerja sama dari berbagai pihak membuat percaya diri menghadapi kompetisi hingga berhasil meraih juara.
Makna Kemenangan bagi Dunia Literasi Anak
Bagi Agree Media, kemenangan bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan bukti nyata bahwa anak-anak memiliki potensi untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk seni, literasi, dan budaya. Kemenangan tersebut menjadi simbol bahwa upaya membangun ekosistem literasi yang inklusif dan inspiratif dapat memberikan hasil yang membanggakan. Sedangkan bagi Fahribi, pengalaman ini bukan hanya membawa kebanggaan, tetapi juga memupuk kepercayaan diri dan tekad untuk terus berkarya.
Kemenangan ini juga membawa harapan baru bagi dunia literasi anak dengan hadirnya sosok seperti Fahribi, anak-anak dapat melihat contoh nyata bahwa minat baca dan keterampilan menulis dapat berjalan beriringan dengan prestasi di bidang lain. Hal ini mematahkan anggapan bahwa literasi hanya terbatas pada buku di perpustakaan, melainkan bisa menjadi jembatan untuk meraih mimpi dan menginspirasi banyak orang. Melalui perannya, Fahribi diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada generasi muda untuk mengekspresikan diri melalui karya yang bermanfaat.
Menuju Panggung Nasional
Tahap berikutnya bagi tim adalah persiapan menuju kompetisi tingkat nasional, sebuah panggung yang lebih besar dan penuh tantangan, mereka akan memaksimalkan setiap sesi latihan untuk memperkaya aransemen musik, memperkuat teknik bermain, serta meningkatkan kualitas penampilan panggung. Latihan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada penghayatan setiap nada dan lirik.
Selain itu, mereka akan menggali lebih dalam makna lagu daerah yang dibawakan, mempelajari sejarah, filosofi, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan begitu penampilan mereka nantinya tidak hanya memukau secara musikal, tetapi juga mampu menyampaikan pesan budaya yang mendalam kepada penonton. Harapannya setiap denting nada dan harmoni yang tercipta dapat membanggakan Sekolah dan menjadi jembatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah Lampung ke seluruh penjuru negeri. (AO)
