Site icon

Peran Public Relations dalam Pemberdayaan Masyarakat Islam: Sebuah Gagasan Strategi Komunikasi Dakwah berbasis ZISWA “Teras Komunal”oleh Dr.Oriza

Flayer Seminar Strategi Komunikasi Dakwah. (27/09)

Surabaya, 27 September 2025 – Seminar Nasional bertajuk Strategi Komunikasi Dakwah yang diselenggarakan secara hybrid dari Kampus STID Al Hadid, Surabaya, menghadirkan tokoh-tokoh penting dalam dunia komunikasi dan dakwah. Acara yang berlangsung pada Sabtu (27/9) pukul 11.00–13.00 WIB ini dibuka dengan opening speech oleh Ketua Studi KPI STID Al Hadid, Bapak Yudi Asmara, M.Ag., yang menekankan pentingnya membangun strategi komunikasi dengan mitra dakwah (mad’uw) agar pesan Islam dapat diterima secara lebih efektif.

Dua narasumber utama kemudian menyampaikan gagasan strategisnya. Salah satunya adalah Ibu Dr. Oriza Agustin, M.Si., seorang Dosen Praktisi Media UIN Jurai Siwo Lampung, Founder Gerakan Komunitas Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Islam berbasis Public Relation “Teras Komunal”, sekaligus Direktur Agree Media Publishing Yogyakarta. Dalam paparannya yang berjudul “Public Relation sebagai Strategi Komunikasi Dakwah dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Islam”, Dr. Oriza menegaskan bahwa dakwah tidak hanya berbicara tentang penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga soal pemberdayaan bagi umat.

Dokumentasi bersama Ketua Yayasan Al Kahfi Bpk Dr. Aris Kristianto, M.HI., Ketua STID Ibu Dr. Maimunah, M.Kom.I., Bpk/Ibu Pembantu Ketua, Ketua Prodi, Panitia STID Al Hadid. Dok. STID Al Hadid. (27/09)

“Dalam dakwah, prinsip yang kita pegang adalah ‘Dakwah First, Business Follows’. Artinya nilai dakwah harus menjadi prioritas utama, sementara aspek bisnis akan menyusul sebagai konsekuensi yang mengikuti,” tegas Dr. Oriza.

Menurut Dr. Oriza, Public Relations (PR) memiliki peran penting sebagai jembatan antara lembaga dakwah dan masyarakat. PR tidak hanya dipahami sebatas alat promosi, melainkan sebagai instrumen strategis untuk membangun citra positif, mempererat ukhuwah, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam gerakan sosial-ekonomi berbasis syariah. Lebih jauh, Dr. Oriza menjelaskan bahwa Public Relations terbagi dalam dua dimensi, yakni konkret dan abstrak. Public Relations konkret diwujudkan melalui aktivitas nyata yang dapat dilihat dan dirasakan langsung dampaknya, seperti pembuatan konten media sosial untuk menyebarkan pesan dakwah, penyediaan ruang publik bagi pengembangan ide serta pemberdayaan ZISWA, penyelenggaraan seminar literasi dan pemberdayaan umat, hingga penerbitan buletin, brosur, maupun video profil lembaga. Aktivitas ini bersifat praktis, teknis, dan operasional.

Foto saat Seminar berlansung. Dok. STID Al Hadid. (27/09)

Sementara itu, Public Relations abstrak lebih menekankan pada konsep, nilai, dan strategi yang menjadi fondasi dari aktivitas kehumasan. Meski tidak terlihat secara langsung, perannya sangat penting dalam jangka panjang, seperti membangun kepercayaan masyarakat (trust building), merancang strategi komunikasi dakwah berbasis empati, membangun citra positif lembaga, serta menanamkan nilai transparansi dan akuntabilitas dalam setiap komunikasi. Dimensi ini bersifat konseptual, teoritis, dan filosofis, sehingga menjadi dasar bagi setiap langkah konkret yang dijalankan.

Sejak 2019, Teras Komunal yang digagas oleh Dr. Oriza serta dijalankan konsisten oleh sekelompok tim penggerak di dalam dan luar daerah  yang berasal dari Akademisi, Praktisi Media, Tokoh Agama dan Pelaku Ekonomi hadir sebagai gerakan komunitas yang memadukan peran dakwah dengan pemberdayaan masyarakat. Berawal dari semangat relawan dan para penggerak, inisiatif ini berkembang menjadi ruang publik yang memberikan mentoring, pelatihan usaha kecil, pembinaan UMKM, hingga program zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Melalui pendekatan tersebut, Teras Komunal mampu menggerakkan berbagai lapisan mustahik, mulai dari petani, pedagang, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga, untuk bangkit tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga spiritual. Kehadiran gerakan ini pun menjadi bukti bahwa kombinasi peran Public Relations dapat menjadi strategi efektif dalam membangun kemandirian umat.

Dokumentasi Peserta Seminar di STID Al Hadid Surabaya. Dok. STID Al Hadid (27/09)

Agree Media merupakan salah satu model implementasi Corporate Donor yang berfungsi sebagai penyumbang korporasi/Donatur penggagas utama yang menyalurkan Corporate Social Responsibility dari corong Dakwah, Literasi, Dokumentasi, sekaligus Media penyebaran gagasan dan hal positif lainnya. Kolaborasi ini mencerminkan filosofi seorang Muslimpreneur yaitu “Dakwah First, Business Follows”: dakwah dijalankan melalui ruang-ruang komunal yang memberdayakan masyarakat, lalu ditopang oleh penerbitan buku, ilustrasi dakwah melalui gambar bercerita (Gerakan Literasi Dakwah Anak) Media Partner, dan Publikasi yang memperluas gaungnya. Dengan begitu, dakwah tidak hanya hidup dalam kegiatan sosial, tetapi juga terdokumentasi, dipelajari, dan menyebar ke khalayak luas melalui karya-karya terbitan.

Sinergi ini memperlihatkan bahwa dakwah dan bisnis dapat berjalan seiring tanpa kehilangan nilai. Teras Komunal mulai berdampak di tengah masyarakat dengan program nyata melalui ruang public dalam jaringan, sementara Agree Media menjaga kesinambungan wacana melalui media dan literasi. Keduanya saling melengkapi: dakwah membentuk nilai, bisnis menjadi kendaraan untuk keberlanjutan.

Selain Dr. Oriza, hadir pula Ibu Dr. Maimunah, S.Psi., M.Kom.I., Ketua STID Al Hadid, yang memaparkan materi bertema “Dakwah Membangun Kebermaknaan: Studi Strategi Komunikasi Dakwah pada Mad’uw Lanjut Usia”. Beliau menyoroti pentingnya pendekatan komunikatif yang humanis dalam menyampaikan dakwah kepada kelompok lansia, sehingga pesan Islam dapat dirasakan lebih menyentuh dan penuh makna.

Melalui seminar ini, para peserta – baik yang hadir langsung di Surabaya maupun yang bergabung via Google Meet – memperoleh wawasan baru tentang pentingnya strategi komunikasi dakwah yang terukur, profesional, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Acara ini sekaligus meneguhkan kiprah Agree Media Publishing dan Teras Komunal yang digagas dan dijalankan oleh Dr. Oriza, dalam mengintegrasikan dakwah, media, dan pemberdayaan ekonomi umat. Dengan visi membangun komunikasi dakwah yang elegan, persuasif, dan solutif, Agree Media berkomitmen untuk terus menghadirkan karya dan gerakan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.

Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al-Hadid (STID Al-Hadid) Berdiri secara resmi tanggal 13 November 2009 oleh Yayasan Al-Kahfi. Alamat email;stid.alhadid@gmail.com Website: www.stidalhadid.ac.id

Hadir dengan Visi: “Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah yang profesional dan pencetak SDM berkualitas tinggi secara kompetensi, mentalitas kerja, dan kepribadian, serta berdaya saing di tingkat ASEAN pada tahun 2034.”

Dokumentasi bersama para Jajaran Pimpinan dan Ketua serta Ketua Prodi STID Al Hadid Surabaya. Dok. STID Al Hadid (27/09)

Misi: Melaksanakan sistem pembelajaran berbasis riset dalam bidang dakwah yang kondusif untuk mengembangkan kualitas pembelajar yang memiliki kompetensi di bidang dakwah dengan memiliki kultur ilmiah, mandiri, jujur, dan kerja sama. Melaksanakan kegiatan penelitian untuk mengembangkan keilmuan dakwah dan penunjang pembelajaran pembentukan kompetensinya. Melaksanakan pengabdian masyarakat untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan bidang dakwah demi kemajuan lembaga dakwah, sosial maupun masyarakat. Mengembangkan kerja sama dengan pemangku kepentingan eksternal, antara lain pemerintah, lembaga dakwah, organisasi sosial, perguruan tinggi lain dan lembaga Iptek lainnya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Program Studi & Akreditasi

STID Al-Hadid memiliki 3 program studi strata 1 (S1) dengan akreditasi keseluruhan Baik yaitu; Manajemen Dakwah, Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), pengembangan Masyarakat Islam (PMI)

Sejarah & Latar Belakang

Awalnya bernama Pesantren Modern Al-Kahfi yang berdiri pada tahun 1996. Setelah beberapa waktu berjalan, didirikan STID Al-Hadid sebagai transformasi dari PMA agar dapat lebih formal sebagai perguruan tinggi dan memperluas program studi.

Tujuan didirikannya adalah memenuhi kebutuhan tenaga profesional dalam manajemen dakwah, komunikasi, dan pengembangan masyarakat Islam, terutama yang lebih modern, berbasis riset, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Karakteristik & Keunggulan

Penekanan sistem pembelajaran berbasis riset (research-based learning), agar mahasiswa tidak hanya menerima teori tapi juga dilibatkan dalam kasus nyata dan aplikasi ke lapangan. Melalui Identitas pemikiran Islam rasional kebangsaan, Alumni diarahkan agar dapat bekerja sesuai bidang studi masing-masing.(LI)

Foto Ibu Dr. Oriza Agustin, M.Si. Saat Seminar berlansung. Dok. Agreemedia (27/09)
Exit mobile version