METRO, 17 Agustus 2025 – SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan (MuAD) Metro menggelar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80 dan acara penyerahan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi tahun 2025. Acara yang berlangsung di Sport Centre sekolah pada Minggu, 17 Agustus 2025, ini bertujuan menciptakan lingkungan yang positif dan suportif bagi siswa.
Acara tersebut dihadiri oleh orang tua siswa dan seluruh jajaran sekolah, termasuk Kepala Sekolah Ali Musyafa, S.Ag.,M.M., Wakil Kepala Sekolah, para Wali Kelas, serta Guru Pembimbing seperti Ustadz Hendro Susilo, Ustadz Havidz, Ustadzah Meyche Komara Deskarita dan Seluruh Guru-guru SMP MU Ahmad Dahlan.
Salah satu siswa yang menerima penghargaan adalah Fahribi Ibnu Syauqillah—yang akrab disapa Ibi. Ia bersama 70 siswa berprestasi lainnya berhasil meraih prestasi Juara 1 dan akan berkompetisi di tingkat nasional.
Mengukir Prestasi di Tingkat Nasional
Fahribi dan timnya yaitu M. Mahendra, Rhazasky Patra Arpandi, M. Naufal Arkan Divian, dan M. Kenzie Abrari berhasil meraih juara pertama dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Lampung 2025. Kemenangan ini membawa mereka melaju ke tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan karena Fahribi juga dikenal sebagai penulis cilik di bawah naungan Agree Media Publishing.
Dukungan Penuh Sekolah untuk Bakat Siswa
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah, Bapak Ali Musafa menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung bakat dan minat siswa. “Kami tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mendukung penuh kegiatan ekstrakurikuler. Kami menyediakan fasilitas dan pembinaan terbaik untuk membantu siswa meraih prestasi di berbagai bidang,” ujarnya.
Dukungan tersebut terbukti efektif. Tim FLS3N SMP MuAD, termasuk Fahribi, berhasil meraih juara pertama di tingkat Provinsi Lampung 2025 dan melangkah ke tingkat nasional.
Fahribi: Antara Musik dan Literasi
Sebelum dikenal sebagai musisi muda, Fahribi telah menekuni dunia literasi. Ia telah menerbitkan buku bersama Agree Media, seperti “Enjoy Exploring the Universe”, dan berkontribusi dalam beberapa buku cerita anak. Cerita yang ia tulis sering kali mengangkat tema persahabatan, alam semesta, semangat belajar, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Menurut Fahribi, menulis dan bermusik memiliki kesamaan. “Dua-duanya itu seni bercerita. Bedanya, menulis menyampaikan pesan lewat kata, kalau musik menyampaikan rasa lewat nada,” ungkapnya.
Fahribi berharap penghargaan ini dapat memotivasi siswa lain untuk terus berprestasi. “Lingkungan sekolah yang positif ini membuat aku dan teman-teman makin percaya diri untuk tampil di depan umum,” tambahnya. (ND)
