Nofri Yeni, S.S, M.MLS, atau yang akrab disapa Ustadzah Yeni, merupakan sosok inspiratif yang mengabdikan hidupnya dalam dunia Pendidikan. Beliau aktif mengajar dan memiliki minat yang amat mendalam dalam bahasa Arab. Perempuan kelahiran Riau ini telah menempuh pendidikan formal dan non-formal dengan prestasi membanggakan. Baru-baru ini, Ustadzah Yeni berhasil membimbing dan mendampingi para santri di Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia, memenangkan juara Olimpiade Bahasa Arab tingkat Provinsi Sumatra Barat, mengalahkan lawan-lawannya dari berbagai pondok pesantren terkenal di Suamtra Barat. Sungguh prestasi yang membanggakan.
Kemampuan beliau berbahasa Arab dimulai sejak menduduki bangku sekolah di Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia. Ya, beliau adakah alumni pertama dari pondok pesantren tempatnya mengabdi kini. Prestasi akademik sejak di bangku SD tidak begitu menonjol. Beliau layaknya seperti anak-anak desa pada umumnya yang sering bermain di sawah dan berenang di kolam ikan kepunyaan penduduk desa.
Selepas SD, beliau masuk ke pondok. Berbeda dengan Nofri Yeni kecil yang senang bermain, setelah mondok aktivitasnya banyak digunakan untuk belajar, terutama mempelajari bahasa Arab. Sebagai alumni perdana di Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia, Ustadzah Yeni sangat mengagumi para guru yang mampu berbicara bahasa Arab dalam harian mereka. Motivasi untuk menguasai bahasa Arab semakin menggebu-gebu karena sering diberi hadiah oleh guru-gurunya sebab bisa mengerjakan tugas dengan baik dan benar. Hingga akhirnya dia memiliki impian untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di Timur Tengah. Doa tersebut diijabah Allah Subhanahu wa ta’ala. Kesempatan untuk berangkat ke Timur tengah pun tampak di depan mata. Namun, ketika waktu keberangkatan hampir tiba, Ustadzah Yeni terpaksa harus mengubur impiannya dan memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Padjadjaran saja dalam jurusan linguistik Arab. Hal ini dikarenakan ketidaksiapan mental dan kondisi ekonomi orang tua beliau yang waktu itu terkena imbas krisis moneter yang melanda Indonesia di tahun 1999.
Di kota Kembang inilah Ustadzah Yeni banyak belajar tentang arti hidup, kehidupan, keluarga, dan tentunya arti rindu untuk segera pulang ke kampung halaman. Kehidupan di Kota Bandung yang hiruk pikuk, agaknya membuat beliau tidak nyaman. Beliau kemudian berazam untuk segera meninggalkan kota ini. Salah satu cara agar bisa cepat pulang adalah dengan menuntaskan pendidikan sarjananya secepat mungkin. Akhirnya Ustadzah Yeni berhasil menuntaskan pendidikan S1nya selama 3 tahun 1 bulan dan dinobatkan sebagai lulusan tercepat waktu itu.
Tidak puas dengan ilmu yang didapat, di tahun 2006 beliau akhirnya pergi merantau bersama almarhum suaminya, untuk melanjutkan pendidikan S2 nya di Universiti Malaya Kuala Lumpur, Malaysia, masih dalam jurusan yang sama, yaitu Linguistik Arab. Setelah 13 tahun merantau di Kuala Lumpur, Ustadzah Yeni menamatkan misi perantauan di pertengahan tahun 2017 dan kembali mengabdi di almamaternya Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia. Di sinilah Ustadzah Yeni menemukan kembali jati dirinya untuk mengembangkan kembali ilmu bahasa Arab yang sangat diminatinya.

Di tengah semangat juangnya dalam mendidik generasi Qur’ani, suami yang dicintainya kembali ke pangkuan Illahi. Hal ini tentunya memberikan kesedihan mendalam bagi Ustadzah Yeni, ketiga anaknya, dan juga seluruh civitas Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia. Meski terasa sekali masa-masa berat itu, namun Ustadzah Yeni perlahan tapi pasti, kembali bangkit.
Perjalanan mengajarkan ilmu bahasa Arab tidak semudah dan seindah yang beliau bayangkan. Banyak persoalan yang bergelayut di benaknya ketika berhadapan dengan kualitas bahasa Arab yang dimiliki santri tidak seperti yang diharapkan. Kendala besar yang dihadapinya adalah ketidakmampuan sebagian besar santri untuk mengubah bentuk suatu kata ke bentuk lain dengan baik dan benar. Hingga akhirnya dengan kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya, Ustadzah Yeni memohon kepada Allah agar usaha kecil ini, yaitu menyusun semua bentuk tasrif lughawiy semua wazan yang ada dalam bahasa Arab, menjadi sebuah buku yang diharapkan bisa menjadi panduan para santri.

Sungguh suatu kebanggaan bagi Agree Media ketika Ustadzah Nofri Yeni menghubungi dan menyatakan ingin menerbitkan bukunya. InsyaAllah, buku yang siap terbit ini adalah cerminan dedikasi Ustadzah Yeni yang disertai oleh izin dan inayah Allah SWT. Tanpa Dia siapalah kita. Kita hanya hamba yang jauh dari kesempurnaan. Semoga buku yang disusun oleh Ustadzah Yeni, bermanfaat untuk umat.
Aamiin Aamiin Ya Rabbal Allamin

Masyallah sangat menginspirasi sekali