
Batanghari, Lampung Timur-17 November 2025. Kegiatan Pendampingan Literasi Karya Siswa dipandu langsung oleh Tim Agree Media Kids, yaitu Fikri Muhammad Hanif dan Anisaul Khoir, serta didukung oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Jusila yaitu; Ananda Nazwa Aleisya Putrid dan Fitri Amalia telah terlaksana dengan baik. Kegiatan ini juga menjadi salah satu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Nazwa Aleisya Putri dan Fitri Amalia. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 17 November 2025 ini diikuti dengan antusias oleh total 17 peserta yang berkumpul dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah dibimbing oleh Bapak Jordi Oktari Ramadhan terdiri dari 15 siswi dan 2 siswa.

SMP Islam Terpadu Insan Mulia Batanghari berlokasi di Desa Batangharjo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur. Sekolah yang bernuansa islami ini didirikan di bawah naungan Yayasan Lampung Insan Mandiri sejak tahun 2012, dengan SK Izin Operasional Pendirian nomor 420/III.20/II.SK.01/2012. Institusi ini didirikan dengan cita-cita mulia mencetak generasi Islam yang cerdas, beradab, dan berakhlak baik melalui pembiasaan sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Hadits. Sekolah telah terakreditasi “B” (pada tahun 2017) dan pada tahun 2018 secara resmi diakui sebagai anggota Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia.
Sebagai sekolah Islam terpadu, SMPIT Insan Mulia mengembangkan sistem pendidikan yang menggabungkan kurikulum nasional dengan penguatan nilai-nilai keislaman. Melalui pendekatan full day school dan boarding school, sekolah ini menyediakan pembinaan intensif yang mencakup pembelajaran akademik, penghafalan Al-Qur’an, pembiasaan ibadah, dan pembentukan karakter. Hal ini sejalan dengan visi sekolah untuk membentuk peserta didik yang unggul dalam kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ). Tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, SMPIT Insan Mulia juga aktif mengembangkan potensi siswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, antara lain KIR, English Club, Arabic Club, Futsal, Pramuka, BPI (Bina Pribadi Islami), hingga klub panahan Horsebow yang menjadi salah satu kegiatan khas di sekolah tersebut. Berbagai program pembiasaan seperti tadarus pagi, tahfidz, dan pembinaan adab menjadi ciri khas sekolah dalam membentuk karakter Islami.

Mendorong Karya Kreatif Melalui Literasi Dakwah Anak
Program pendampingan literasi yang dilaksanakan di SMPIT Insan Mulia Batanghari bukan sekadar kegiatan belajar menulis, tetapi menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan kreativitas dan karakter literasi Islami pada generasi muda. Program ini merupakan bagian dari Gerakan Literasi Dakwah Anak yang sedang digaungkan oleh Tim Agree Media Kids, sebuah inisiatif yang berfokus pada pengembangan karya tulis kreatif bernuansa Islami yang ramah dan mudah dipahami oleh anak-anak serta remaja. Kepala Sekolah Ibu Siti Rohaela S.P saat ditemui Tim Agree Media mengungkapkan “Kami ingin para siswa memahami bahwa dakwah bisa disampaikan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Melalui tulisan, komik, dan cerita bergambar, anak-anak bisa menjadi agen kebaikan bagi sebayanya.”
Menurut Bapak Salis Khotami Mabruri, M.Pd selaku Waka Kesiswaan“Setiap anak punya imajinasi. Yang mereka butuhkan adalah ruang untuk menuangkannya. Kegiatan ini menjadi pembuktian bahwa siswa mampu menghasilkan karya yang luar biasa jika diberi kesempatan.”
Dalam kegiatan pendampingan ini, siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk karya kreatif yang dapat menjadi media dakwah modern. Peserta tidak hanya belajar tentang teknik dasar penulisan, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana sebuah karya dapat menyampaikan pesan kebaikan, nilai moral, dan hikmah Islami kepada pembacanya. Pendekatan yang diberikan menekankan bahwa dakwah tidak harus disampaikan secara kaku, tetapi dapat dituangkan lewat cerita, ilustrasi, dan karya seni yang menyentuh.

“Program ini sangat bermanfaat bagi siswa. Kami melihat sendiri bagaimana mereka begitu antusias berkarya. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut demi menguatkan budaya literasi Islami di sekolah kami.” Tambah Bapak Wahyu Adiguna, S.Pd. selaku Tata Usaha dan Operator.
Ragam Pelatihan Karya Kreatif yang diharapkan dapat terwujud nantinya adalah berupa pelatihan intensif dan terstruktur yang mencakup berbagai bentuk karya tulis dan karya visual, di antaranya:
Penulisan novel, Pembuatan komik edukatif, Penulisan cerpen, Penulisan puisi, Pembuatan cerita bergambar (Illustrated Story/Pic Book). Keseluruhan materi pelatihan disusun secara runtut agar mudah dipahami. Tim pendamping memberikan berbagai contoh karya, demonstrasi teknik menulis, hingga sesi praktik langsung di mana siswa membuat karya mereka sendiri. Fokus utama kegiatan ini adalah mengembangkan kemampuan anak dalam menuangkan imajinasi dan ide kreatif sekaligus menjadikannya sebagai sarana dakwah yang menyenangkan. Menurut Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Jurai Siwo Ibu Qois Azizah Bin Has, M.Ag.
“Ini merupakan wadah untuk menggali bakat dan menumbuhkan kepercayaan diri. Pendampingan literasi ini sekaligus menjadi panggung bagi para siswa untuk mengeksplorasi potensi diri dalam bidang menulis dan seni.”
Profil Umum Program Studi IAT
Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) adalah bidang studi yang berfokus pada pemahaman mendalam tentang Al-Qur’an, mulai dari teks hingga konteks, serta penafsiran (tafsir) Al-Qur’an berdasarkan berbagai metode dan pendekatan. Tujuan Umum:Mencetak lulusan yang mampu menguasai, mengembangkan, dan menerapkan ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, baik sebagai ilmu murni maupun terapan. Mempersiapkan mahasiswa menjadi penafsir pemula, peneliti pemula di bidang Al-Qur’an dan Tafsir, serta praktisi sosial keagamaan. Lulusan program studi IAT akan memperoleh gelar Sarjana Agama (S.Ag.). Mahasiswa akan mempelajari berbagai disiplin ilmu pendukung, seperti: Sejarah Al-Qur’an, Ulumul Qur’an (Ilmu-ilmu Al-Qur’an), Bahasa Arab, Filsafat Ilmu, Sejarah Peradaban Islam, Metode Tafsir. Prospek Kerja: Lulusan IAT memiliki prospek kerja sebagai: Pendidik atau pengajar di bidang studi terkait, Penyuluh agama di instansi pemerintah (Kementerian Agama) atau masyarakat, Peneliti di bidang studi Al-Qur’an dan Tafsir, Pendakwah atau penceramah, Penulis dan editor buku-buku keagamaan.
Antusiasme Siswa dan Harapan Ke Depan
Banyak peserta yang awalnya merasa ragu, namun seiring proses berlangsung mulai menunjukkan keberanian untuk menuangkan ide-ide mereka. Kegiatan ini juga membantu siswa membangun kepercayaan diri, terutama ketika karya mereka mendapatkan apresiasi dari pendamping maupun teman-teman lainnya.

“Awalnya saya ragu bisa menulis cerita, tapi setelah dibimbing, ternyata seru sekali! Saya ingin melanjutkan cerita yang saya buat menjadi buku.”ujar Siswa yang mengikuti pelatihan.
Selain itu, suasana kelas yang interaktif menjadikan kegiatan ini semakin hidup. Para siswa tidak malu bertanya, menyampaikan pendapat, maupun berdiskusi mengenai ide cerita yang ingin mereka kembangkan. Beberapa dari mereka bahkan berhasil membuat draft awal yang potensial untuk dijadikan karya utuh, baik berupa cerpen, komik, maupun ilustrasi cerita anak.
Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme peserta terlihat sangat menonjol. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian, bahkan masih terlihat bersemangat ketika diminta untuk mengembangkan karya dalam waktu terbatas. Para siswa juga aktif menunjukkan hasil pekerjaan mereka untuk mendapatkan masukan dari para pendamping. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini dan menilai bahwa program seperti ini sangat penting untuk berlangsung secara berkelanjutan. Dengan adanya pendampingan literasi yang terarah, diharapkan siswa dapat memiliki minat yang kuat terhadap dunia penulisan, sekaligus mampu berkontribusi dalam menyebarkan pesan dakwah melalui karya yang kreatif dan relevan dengan dunia remaja. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi muda yang mencintai literasi, mampu mengekspresikan gagasan secara positif, dan berani berdakwah melalui tulisan serta karya visual. Melalui dukungan program seperti Literasi Dakwah Anak, para siswa memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi kreatif, cerdas, dan berkarakter Islami dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat luas.(OA)