Agree Media Berbagi Ilmu Literasi Dakwah dalam PBAK UIN Jurai Siwo Lampung

GEDUNG ACADEMIC CENTER UIN JUSILA Kamis, 21 Agustus 2025-, menjadi momen penting bagi mahasiswa baru UIN Jurai Siwo Lampung. Gedung Academic Centre Kampus 2 terasa lebih hidup dengan kehadiran Agree Media sebagai pemateri pada kegiatan PBAK. Mereka datang untuk berbagi ilmu seputar literasi dakwah kepada para peserta. Sebelum acara materi dimulai, acara ini diawali dengan sidang senat terbuka.

Foto bersama Tim Agree Media dan Para Dosen UIN Jurai Siwo Lampung. Dok. Fat.Ography (21/08)

Sesi tersebut dipandu langsung oleh Direktur Agree Media, Ibu Dr. Oriza Agustin, M.Si. Adapun pemateri yang hadir adalah Ustadz Akhmad Zayuli, M.Sos.—yang dikenal sebagai Kak Jazz—dan Ustadzah Yulianti, Lc, M.Pd.I. Ustadz Zayuli adalah seorang motivator dan penggerak literasi dakwah, sekaligus menjabat sebagai Head of Preaching Community Engagement di Agree Media. Sementara itu, Ustadzah Yulianti adalah Production Manager dan Arabic Book Editor.

Sesi interaktif ini mengusung tema “Merangkai Kata, Menebar Syiar”. Tema ini dipilih untuk menunjukkan betapa besarnya kekuatan kata-kata. “Dengan merangkai kata dan menyambung kalimat, kita bisa menjadikannya media untuk menyebarkan syiar atau dakwah,” jelas Ustadz Zayuli.

Kebersamaan Kak Jazz dan Mahasiswa Baru UIN Jurai Siwo Lampung. Dok. Fat.Ography (21/08)

Para mahasiswa tidak hanya mendengarkan. Mereka juga langsung diajak berinteraksi melalui ice breaking yang seru. Bahkan, mereka langsung mempraktikkan ide tulisan mereka, baik di buku catatan maupun di grup WhatsApp yang telah disiapkan.

Dalam konteks PBAK, persatuan menjadi pondasi agar mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus. Mahasiswa baru berasal dari latar belakang daerah, budaya, bahkan pemikiran yang berbeda. Persatuan menuntun mereka untuk menyingkirkan sekat-sekat perbedaan, mengutamakan identitas bersama sebagai civitas akademika, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan penghalang.

Prinsip ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah (persaudaraan Islam dan kebangsaan) relevan ditanamkan, agar mahasiswa belajar menjaga solidaritas, toleransi, dan kerjasama. Akhlak mulia menjadi cerminan pribadi mahasiswa. Bukan hanya ilmu yang dicari di kampus, tetapi juga pembentukan karakter. Akhlak terhadap Allah: menjaga ibadah, syukur, dan amanah sebagai penuntut ilmu. Akhlak terhadap sesama: menghormati dosen, sesama mahasiswa, serta menjaga adab pergaulan. Akhlak terhadap diri sendiri: disiplin, jujur, bertanggung jawab, menjauhi plagiarisme dan perilaku tercela. Dengan akhlak, mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak dan berintegritas.

“Semuanya sama Allah sudah disampaikan ke kita, tetapi semua tergantung prasangka hamba-Nya, kalau kita ingin menulis maka sama Allah SWT akan dikasih jalan untuk menulis,” ujar Usatdzah Yulianti.

Foto Ustadzah Yulianti. Dok. Fat.Ography (21/08)

Persatuan dan akhlak dapat dijadikan materi inti dalam sesi pembekalan, misalnya melalui tema “Menjadi Mahasiswa Berkarakter, Bersatu dalam Keberagaman, dan Menjunjung Tinggi Akhlak Mulia”. Pesan ini disampaikan melalui ceramah motivasi, role model tokoh, diskusi kelompok, atau simulasi (game tentang kerjasama & adab). Pesan utamanya berupa mahasiswa baru diharapkan tidak hanya bangga dengan identitas kampus, tapi juga mampu menjadi agen persatuan dan teladan akhlak di masyarakat.

Kolaborasi ini menjadi gebrakan awal dari Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) dan Agree Media. Acara ini diharapkan tidak hanya berhenti di sini. Menurut Nabila, mahasiswa baru prodi Hukum Tata Negara, acara ini sangat bermanfaat. “Menambah literasi dan wawasan kita terkait kepenulisan,” ujarnya. Nantinya, pendampingan untuk para mahasiswa akan terus berlanjut melalui grup WhatsApp yang dikelola oleh tim Agree Media.

Tim Agree Media sebagai pemateri Kepenulisan dan Literasi Dakwah di Gedung Academic Center. Dok.Fat.Ography (21/08)

Harapan Agree Media dari kegiatan ini adalah agar kolaborasi dengan UIN Jusila dapat terus terjalin. Mereka berharap para mahasiswa baru ini tidak hanya terinspirasi, tetapi juga benar-benar dapat mengembangkan kemampuan menulisnya, sehingga bisa menjadi agen penyebar dakwah melalui tulisan. Mereka meyakini, satu tulisan yang bermakna dapat menyentuh banyak hati dan memberikan dampak luas bagi masyarakat. (ND/AO)

Leave a Reply