
Metro – Perkembangan teknologi digital yang masif mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi, termasuk dalam mempelajari ajaran agama. Menanggapi fenomena ini, Agree Media Publishing bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Hadis UIN Jurai Siwo Lampung menggelar acara Podcast spesial bertajuk “Hadis di Era Scroll : Peluang Studi Hadis di Tengah Budaya Digital”.
Acara yang berlangsung pada hari ini, Senin (02/02/2026) menghadirkan pakar di bidangnya untuk mengupas tuntas bagaimana relevansi studi hadis tetap terjaga dan bahkan menemukan peluang baru di tengah riuhnya arus informasi di media sosial.
Menghadirkan Pakar dan Akademisi
Podcast ini menghadirkan narasumber utama, Ibu Prof. Dr. Enizar, M.Ag., yang merupakan Guru Besar Ilmu Hadis UIN Jurai Siwo Lampung. Pada obrolan ini, beliau membedah tantangan serta strategi bagi para akademisi dan peminat studi hadis agar mampu beradaptasi dengan budaya “scroll” yang serba cepat. Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, para peserta yang mengikuti acara ini juga berkesempatan mendapatkan e-Certificate gratis dan berbagai Doorprize menarik yang telah disiapkan oleh panitia.

Diskusi dipandu oleh Ustadzah Yulianti, Lc., M.Pd.I., selaku host dari tim Produksi Dakwah Agree Media yang membawa suasana diskusi menjadi lebih dinamis dan interaktif. Kegiatan ini dilaksanakan secara Live Instagram @agree_mediapublishing dan TikTok @Agreemedia juga ditayangkan ulang di Youtube Agreemedia. Berlokasi di kantor Galery Agree Media, acara ini dihadiri juga oleh Ibu Dr. Oriza Agustin, M.Si., Bapak Lutfi Ilhami S.Kom, Nikmatus Sa’adah, Aina Oktaviani, Abdul Aziz Mustofa Anwar, Reva Dinda Monika, Rahmad Ardiayansah, dan Muhammad Fahimu Fuad selaku Podcast Crew.

Sinergi Akademisi dan Industri Kreatif Hadist
Kolaborasi antara Agree Media dan UIN Jurai Siwo Lampung ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk lebih memahami bahwa studi hadis tidaklah kaku, melainkan sangat fleksibel untuk disebarluaskan melalui platform digital masa kini. “Jadikan jarimu saksi kebaikan. Sebelum scroll lebih jauh, pastikan apa yang kita ikuti selaras dengan tuntunan Nabi. Karena sebaik-baiknya konten adalah yang membawa kita lebih dekat kepada allah ,” Ujar Prof Ibu Enizar dalam Podcast nya.
Fenomena pergeseran budaya belajar dari kitab klasik ke media sosial (budaya scrolling) menjadi tantangan serius bagi generasi muda saat ini. Dalam menyerap informasi keagamaan, masyarakat dituntut untuk memiliki ketajaman dalam memilah dan memilih konten, mengingat tidak semua hadis yang tersebar di jagat maya memiliki derajat kesahihan yang sama. Penting untuk dipahami bahwa terdapat perbedaan mendasar antara hadis dan sunnah, hadis merupakan riwayat tekstual yang mencakup berbagai tingkatan validitas sehingga tidak semuanya dapat dijadikan landasan amal, sementara sunnah adalah praktik nyata Rasulullah SAW yang menjadi teladan hidup bagi umat Islam.
“Ketergantungan generasi milenial dan Gen Z terhadap gawai dibandingkan membaca kitab secara langsung memerlukan pengawasan dan bimbingan yang tepat,” ungkapnya. (AO)