BANDAR LAMPUNG – Tantangan minat baca buku dalam bentuk cetak di tengah melimpahnya jumlah penerbit di Indonesia dan tersedianya buku dalam bentuk e-book memerlukan solusi konkret yang memadukan kenyamanan fisik dan kemudahan digital.
Menjawab kebutuhan tersebut, Agree Media menyatakan kesiapannya untuk terus berkembang mencoba merealisasikan dan menumbuhkan ekosistem literasi modern yang selama ini menjadi impian Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).
Langkah strategis ini merupakan respons langsung terhadap penegasan Ketua Umum IKAPI, Arys Hilman Nugraha (Ketua Umum PP IKAPI), dalam acara Talk Show Literasi yang digelar di Aula Nuwa Baca Zainal Abidin Bandar Lampung, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Rabu (24/6). Dalam forum tersebut, IKAPI menekankan bahwa buku yang berkualitas tidak akan berdampak besar tanpa adanya ruang baca dan perpustakaan yang nyaman serta adaptif bagi masyarakat.

Saat ini perpustakaan konvensional seringkali terjebak menjadi “gudang buku” yang sepi pengunjung. Di era gempuran gawai (gadget), ruang baca harus mampu bertransformasi menjadi pusat aktivitas yang hidup (living library) agar mampu memikat perhatian Generasi Z dan Alpha.
Melihat urgensi tersebut, Agree Media mencoba berkolaborasi mencari solusi bersama menjawab tantangan ekosistem literasi ini dengan terus menggaungkan iklim baca melalui pendampingan literasi dan ilustrasi yang memiliki output berupa media buku cetak dan publikasinya secara digital baik diruang diskusi maupun secara bimbingan teknis daring.
Melalui penerapan pendampingan dari Agree Media ini, diharapkan berbagai sekolah dan kampus ataupun pondok pesantren di berbagai daerah, termasuk yang kini tengah digerakkan oleh Bunda Literasi Purnama Wulan Sari, dapat bermutasi menjadi ruang publik inklusif dalam produksi karya. Transformasi ini akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi dengan pegiat literasi, sekolah, Relima dan pemerintah daerah, dll demi memastikan warisan literasi Indonesia tetap relevan di abad ke-21.