Fahribi Ibnu Syauqillah, Si Penulis Cilik Inspiratif

Metro. Fahribi Ibnu Syauqillah, penulis cilik asal Kota Metro yang sudah memulai menulis sejak usia dini ini mulai bergeliat ketika karya perdananya terbit pada tahun 2024 ini. Ibi, sapaan akrabnya, mulai menulis dengan cara mencatat berbagai hal menarik dalam hidupnya ke dalam sebuah catatan harian sederhana. Atas dorongan Ibunda dan Ayahanda yang juga bergelut dibidang literasi, Ibi kecil terbiasa melihat aktivitas dan rutinitas bagaimana proses sebuah buku dapat selesai untuk layak diterbitkan. Ini adalah proses panjang yang tidak diajarkan secara formal oleh kedua orang tuanya. Hanya bermula dari rutinitas, menjadi kebiasaan dan berkembang menjadi percobaan untuk menulis sendiri. Ibi kecil berhasil menuangkan apa yang menarik menurut dia untuk disampaikan dalam sebuah buku kecil yang masih jauh dari sempurna dan masih membutuhkan latihan panjang dalam setiap kata-nya. Setiap lembar kertas yang berserakan dibantu kumpulkan oleh Ibunda untuk kemudian di rangkum dan diserahkan kepada penerbit. Hingga proses panjang Buku yang baru terbit berbahasa inggris dalam waktu 4 tahun itu selesai setelah Ibi berumur 12 tahun. Buku itu berjudul ‘Enjoy Exploring the Universe’. Buku bertema informasi dan pertualangan seputar ruang angkasa.

Kepiawaian Ibi dalam menulis buku tak lepas dari hobinya yang suka membaca. Ia gemar membaca buku di sekolah ataupun di rumahnya, bahkan ia juga memiliki koleksi buku sendiri. Ia menjadikan membaca, menulis, menjelajahi youtube, tiktok, memandangi malam, bertanya kepada orang-orang di sekitarnya, hingga menonton televisi sebagai jendela ilmunya sehingga membuatnya memiliki inspirasi dalam menuangkan kisah hidupnya ke dalam sebuah buku.

Ibi merupakan siswa kelas enam Sekolah Dasar Islam Terpadu Wahdatul Ummah (SDIT). Di sekolah, Ibi akan mengajak teman-temannya untuk bermain dan banyak berceloteh tentang apa pun yang menarik untuk dibahas selayaknya anak-anak yang masih gemar bermain.

Ibi gemar sekali menonton film kartun, film anak, film inspiratif  dan film keluarga di bioskop yang selalu didampingi orang tua. Ibi senang menjelajah Toko Buku dan terkadang membaca di sana selagi memilih buku yang akan dibelinya. Ibi membaca dan kemudian menceritakannya kembali kepada orang tua dan adik atau temannya, membuat Ibi terlatih untuk menjadi story teller. Bagian-bagian menarik dalam buku yang telah dibaca akan diceritakannya dengan ciri khas Ibi sendiri.

Dukungan orang tua juga berperan penting dalam semangat Ibi menulis. Awalnya Ibi tertarik untuk menulis ketika ia berusia delapan tahun ketika dia selalu melihat aktivitas keluarga yang banyak bersentuhan dengan dunia penerbitan buku. Ia diberikan akses untuk memakai  gawai milik orang tua setiap hari libur dan akhir pekan untuk dapat  menjelajah mengumpulkan data dari berbagai platform dan aplikasi, dapat bertukar pesan yang tentu saja masih dalam pengawasan orang tua.

“Jadi Ibi tulis-tulis, terus Ibi tanya sama Ayah, Ayah Ibi boleh menulis buku ga? Ayah bilang boleh, jadi gitu awal Ibi suka menulis, karena juga hobi Ibi liat langit dan cita cita dari kecil Ibi pengen jadi Pilot, ” ujar Ibi.

Sang ayah, Pak Fajar, begitu biasanya beliau disapa, menjadi sosok inspiratif bagi Ibi.  Ayah Ibi seorang pengajar dan pengembang properti. Bersama Ibunda Ibi, beliau mengembangkan komunitas gerakan pemberdayaan ekonomi berbasis public relation dan ziswa. Komunitas ini juga memiliki kegiatan literasi dalam bidang pelatihan jurnalistik dan penulisan karya ilmiah. Komunitas Teras Komunal namanya, berdiri sejak tahun 2019. Teras Komunal sendiri merupakan wadah gratis untuk Dosen, Guru, Mahasiswa serta  siswa-siswi sekolah dalam pengabdian masyarakat baik sebagai Pengurus, Mitra Ekonomi, Donatur dan penerima bantuan bersinergi dalam peningkatan kesejahteraan umat melalui sisihan potensi Ziswa secara kolektif dan berjamaah. Mengikuti sang Ayah dalam bergerak,  Ibi kecil dan adiaknya Shahnaz telah terbiasa diajak kedua orang tua dalam gerakan peduli sosial dan dakwah.  Salah satu program, yang dijalankan berupa kepedulian terhadap ketersediaan ruang public untuk mengaji dan bermain bersama secara swadaya di pelosok bernama ‘Teras Komunal Peduli TPA Pelosok’ dengan slogan ‘One Donors One Space’. Setiap Kegiatan berlangsung  Ibi kecil diajak serta ke lokasi untuk mengantarkan Alquran, Iqra dan buku-buku anak sampai kepada rak buku, meja belajar dan karpet untuk membaca. Ketersediaan studio fotografi di kediaman dan ada ruang publik dengan banyak kegiatan di dalamnya menjadikan Ibi tumbuh mandiri dan kaya wawasan sosial. Berlatar kan keluarga yang saling mendukung, membuat Ibi terus mengembangkan bakat menulisnya.

Ke depannya, Ibi ingin menuliskan banyak buku dengan tema berbeda. Catatan demi catatan yang telah ditulis Ibi akan terus dikumpulkan dan dirangkum menjadi judul-judul buku yang berbeda. Proses lebih penting dari pada hasil.

Sedikit catatan prestasi mengenai Ibi kecil yaitu ketika masih di sekolah TK mengikuti lomba Tahfidz di SIT WU dan menjadi Harapan 1 dan harapan 2. Lalu ia juga aktif mengikuti berbagai lomba mewarnai yang diadakan berbagai sekolah TK. Kelas 1 SD berhasil lulus tes hafalan Al Qur’an dan mengikuti wisuda juz 30 di SDIT WU. Dikelas 4 SD Fahribi mengikuti lomba tahfidz yang diadakan oleh DT Peduli di Hotel Aidia Metro. Kelas 5 mengikuti lomba Tartil Al-Qur’an di acara Faster X dan mendapatkan juara 3, dan mengikuti lomba Murottal di SMP Muhammad Dahlan. Kelas 4 Tasmi Juz 30 ditayangkan secara Live di SDIT wahdatul Ummah. Kelas 5 dijadikan Duta anti Bullying sekaligus menjadi Ketua Polisi Ketertiban Sekolah. Ibi juga Menjadi Duta Literasi di Kelas 6 sekolah SD IT Wahdatul Ummah yang diadakan oleh Kementerian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Lampung. Ditahun yang sama, Ibi ikut lomba Tahfidz di sekolah SMPIT Bina Insani Festival dan ikut juga 2 kali lomba di Faster 11 atau Festival Anak Sholeh Terpadu dengan jenis lomba berbeda yaitu Solo Song.

 

 

 

Oleh Luthfi Ilhami,S.Kom

Leave a Reply