
METRO – Gemuruh tawa dan cerita hangat memenuhi kantor Agree Media Publishing pada Sabtu, 13 September 2025. Bukan hanya menggelar acara biasa, Agree Media sukses menyelenggarakan podcast keduanya yang bertajuk “Imajinasi, Crayon ke Keyboard”, dengan sub tema “Menyingkap Pesan Kreasi”, sebuah kolaborasi penuh makna bersama guru pendamping literasi dan para penulis cilik berbakat dari SDIT Wahdatul Ummah, Kota Metro.
Podcast ini menjadi panggung bagi suara-suara muda yang berani menuangkan imajinasi mereka dalam tulisan. Dipandu oleh Nadiya Arisandi selaku Public Relations Manager dan disaksikan oleh jajaran tim Agree Media, acara ini bertujuan untuk menginspirasi anak-anak lain agar tidak ragu untuk berkarya. Tim produksi yang solid—terdiri dari Direktur Ibu Oriza, Desainer dan Fotografer Lutfi Ilhami, S.Kom., serta tim asisten Anisaul Khoiriyah, S.Hum., Aziz Mustofa Anwar, Andi Saputra, Fina Ayu Andira, Anisaul Azizah, Septi Fitria Ramadhani, dan Selviya Ramadhani—memastikan setiap momen berharga dapat terekam dengan baik.

Dari pihak sekolah, hadir Bapak Adri Yusro, S.Pd.I., seorang guru yang tak hanya mendampingi, namun juga menjadi mentor bagi para penulis cilik. Ia didampingi oleh Tim Humas SD IT Wahdatul Ummah Bapak Bangun Adi Putra, S.E, dan Ibu Mu’minatul Faizah, S.Kom, juga empat siswi berprestasi yang karyanya sudah terbit, yaitu Ahda Rayda (penulis Teman Baruku), Cinde Alisyafarras Nanda (Bertemu Kucing di Jalan), Izzah Fahimatussa’diyah (Keajaiban Bumi), dan Nasyauqia Alhusna (Karya Terhebat). Masing-masing menceritakan pengalaman unik mereka selama proses kreatif.
Nadiya Arisandi, sebagai pembawa acara, dengan luwesnya mengarahkan percakapan. Ia menggali cerita di balik layar dari para penulis cilik, mulai dari tantangan hingga kebahagiaan saat berhasil menyelesaikan karya. Mereka berbagi betapa senangnya bisa melihat ide-ide mereka menjadi sebuah buku fisik. “Cinde sangat senang, bahagia, dan terharu bisa mendapat kesempatan untuk menulis komik dakwah ini,” ujar Cinde Alisyafarras Nanda, mewakili perasaan teman-temannya.

Bapak Adri Yusro juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap dedikasi anak didiknya. “Kami selalu menyemangati dan merangkul mereka ketika mereka merasa putus asa. Sangat membanggakan melihat karya mereka bisa diterbitkan,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya memasukkan unsur dakwah dalam setiap karya, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana mengajak orang lain kepada kebaikan. “Ini bukan hanya sekadar karya, tapi juga bagaimana kita mengajak orang kepada kebaikan,” tambahnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memajukan budaya literasi di kalangan anak-anak, membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk berkarya. Bahkan para penulis cilik mengungkapkan ingin sekali membuat karya secara individu, dalam kata lain ingin memiliki karya sendiri ke depannya. Agree Media Publishing dan SDIT Wahdatul Ummah berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memotivasi lebih banyak lagi anak-anak untuk berani menulis dan menjadi generasi literat yang berkarakter. (ND)
