You are currently viewing Payungi University–Lazismu Gelar Bootcamp Urban Farming, Teras Komunal dan Agree Media Ikut Serta

Payungi University–Lazismu Gelar Bootcamp Urban Farming, Teras Komunal dan Agree Media Ikut Serta

Payungi University bekerja sama dengan Lazismu Kota Metro resmi menggelar Peresmian dan Orientasi Program ke-8 Bootcamp Payungi University pada Sabtu–Minggu, 27–28 Desember, bertempat di Payungi University. Dok. Agree Media (27/12)

Metro — Payungi University bekerja sama dengan Lazismu Kota Metro resmi menggelar Peresmian dan Orientasi Program ke-8 Bootcamp Payungi University pada Sabtu–Minggu, 27–28 Desember, bertempat di Payungi University. Kegiatan ini mengusung tema “Ruang Kreatif & Urban Farming: Seni, Pangan, dan Ekonomi dari Lingkup RT/RW.”

Program ini merupakan rangkaian pembelajaran terpadu yang mencakup penguasaan teknologi urban farming, praktik lapangan, pengembangan kriya dan nilai tambah produk, penguatan mental komunitas, hingga internalisasi visi penggerak ekonomi berbasis komunitas. Peserta kegiatan terdiri dari pemuda, penggiat lingkungan, serta penggerak komunitas, termasuk Komunitas Teras Komunal dan AGREE Media (TERBIT) yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif.

Rangkaian pembelajaran terpadu yang mencakup penguasaan teknologi urban farming. Dok. Agree Media (27/12)

Founder Payungi, Dharma Setyawan, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berangkat dari komunitas.

“Ketika warga mampu mengelola seni, pangan, dan kesadaran sosial secara bersama, maka ruang terkecil seperti RT dan RW dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Materi teknologi urban farming disampaikan oleh Dr. Agus Sutanto dari UM Metro yang menekankan pentingnya pertanian kota sebagai solusi ketahanan pangan.

“Urban farming adalah jawaban atas keterbatasan lahan. Dengan teknologi yang tepat, produksi pangan tetap bisa dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Baskoro Wicaksono dari Ruang Keramik mengajak peserta melihat seni dan kriya sebagai sumber nilai tambah ekonomi.

Saat acara berlansung di Payungi University. Dok. Agree Media (27/12)

“Kriya berbasis seni tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga identitas komunitas yang bernilai ekonomi,” katanya.

Sesi penguatan mental melalui kontemplasi “Sungai Kehidupan” dipandu oleh Tim Psikologi dan instruktur Payungi sebagai bagian dari upaya membangun kejujuran diri, kesadaran kolektif, dan ketahanan mental peserta.

Perwakilan Teras Komunal dan AGREE Media (TERBIT), Reva Dinda Monika, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam bootcamp ini memberikan perspektif baru bagi pengembangan komunitas.

Perwakilan Teras Komunal dan AGREE Media (TERBIT), Reva Dinda Monika. Dok. Agree Media (27/12)

“Program ini membuka wawasan kami tentang bagaimana kreativitas, urban farming, dan kolaborasi warga dapat dikembangkan menjadi gerakan ekonomi komunitas yang nyata,” ungkapnya.

Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif melalui simulasi tanam urban farming, sesi kriya, refleksi mental, serta diskusi visi penggerak ekonomi komunitas. Diharapkan, para peserta mampu mereplikasi metode yang diperoleh dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan lingkungan masing-masing.(OA)

Leave a Reply