You are currently viewing Sambut 41 Mahasiswa, Pejabat UIN Lampung Beri Pesan Inspiratif dalam Yudisium FUAD Periode I 2025/2026

Sambut 41 Mahasiswa, Pejabat UIN Lampung Beri Pesan Inspiratif dalam Yudisium FUAD Periode I 2025/2026

GEDUNG KULIAH TERPADU, 21 AGUSTUS 2025 LAMPUNG – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Lampung menggelar acara yudisium sarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026 dengan mengusung tema “Mengukir Prestasi, Menebar Inspirasi, Meraih Masa Depan.” Acara ini menjadi penanda kelulusan bagi 41 mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya, dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Dedi Irwansyah M. Hum, serta jajaran dekanat FUAD.

Foto peserta Yudisium UIN Jurai Siwo Lampung. Dok. Agree Media (21/08)

Acara yudisium ini berlangsung khidmat dengan kehadiran Dekan FUAD, Dr. Albarra Sabraini, M. Pd., bersama para wakil dekan, yaitu Bapak Khoirul Rijal M, Pd. (Wakil Dekan 1), Dr. Astuti Patmi Ningsih M. Sos. I. (Wakil Dekan 2), dan Hemlan alhany M. Ag. (Wakil Dekan 3). Segenap dosen di lingkungan FUAD juga hadir untuk merayakan kelulusan para mahasiswa.

Sebagai media partner, Agree Media turut mengambil peran dalam acara ini. Keterlibatan ini merupakan tindak lanjut dari sinergi yang terjalin melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Lampung dan Agree Media.

Dalam sambutannya, Bapak Prof. Dedi Irwansyah menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh hati para peserta. “Jika orang menjadi sarjana, momen paling mengesankan pasti saat S1,” ujarnya. “Karena tiba-tiba saya menjadi dalam kegelapan, di ambang kebingungan besok menjadi apa dan bagaimana.” Menurutnya, gelar sarjana bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan baru yang penuh tantangan.

Foto Bapak Prof. Dedi Irwansyah. Dok. Agree Media (21/08)

Senada dengan Wakil Rektor, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Bapak Dr. Albarra Sabraini, M. Pd., juga menyampaikan pesan-pesan inspiratif. Ia menekankan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses dan usaha yang sungguh-sungguh. “Jangan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang tidak bermanfaat. Ilmu yang kita peroleh harus memberi manfaat di masyarakat,” pesannya. Ia juga menegaskan bahwa kecerdasan sejati diukur dari kemampuan beradaptasi dan berperan positif di tengah masyarakat. “Cerdas itu bukan sekadar pintar teori, tapi bisa menghadapi situasi dengan bijak,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Dr. Albarra berpesan agar para lulusan senantiasa menyebarkan kebaikan, baik melalui pergaulan maupun media sosial, serta menjadikan ilmu yang diraih sebagai bekal untuk sukses dunia dan akhirat.

Adapun harapan besar FUAD dan UIN Lampung adalah agar 41 lulusan ini tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk memberikan kontribusi positif di masyarakat, menjadi inspirasi bagi orang lain, serta membawa nama baik almamater dalam setiap langkahnya. (ND/AO)

Leave a Reply