Di tengah kesibukannya di semester 6, Nadiya Arisandi berhasil menunjukkan bahwa kuliahnya tidak menghalangi seseorang untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Mahasiswa komunikasi dan penyiaran Islam ini memiliki talenta luar biasa dalam bidang penulisan novel.
Dorongan Nadiya untuk menulis novel salah satunya ialah ingin menulis kembali ilmu yang didapat dari Abah, seorang Kiai di pondoknya, untuk disebarluaskan kepada khalayak luar. Ini salah satu jihad untuk menyebarkan kebenaran melalui tulisan. Tulisan tidak akan pernah punah dan selalu diingat.
Dalam sebuah wawancara pada Sabtu (29/3), Nadiya mengungkapkan ide awal novel ini muncul saat pertama kali ia ikut mengaji dan mendengarkan Abah mengajar di pondok. Nadiya merasa tertarik dengan kata-kata yang Abah ucapkan dengan sangat puitis. Keinginan tumbuh dalam diri Nadiya untuk merangkum nasehat dari Abah, ke dalam sebuah novel fiksi berjudul “Tabir Ma’had 1- Definisi Tersesat di Jalan yang Benar”.

Novel ini mengusung tema romansa, namun di dalam keseluruhan novel ini selain unsur romantis, terselip juga kisah horor dan drama. Sinopsis dari novel ialah nasihat-nasihat dari Abah pondok dan kisah romansa dari pemeran utama, Alesha, yang akan membuat para pembaca kagum.
Novel ini sedianya akan diterbitkan oleh Agree Media Publishing. Nadiya sendiri yang memilih penerbit ini, karena menurutnya, Agree Media worth it untuk mahasiswa yang mempunyai ketertarikan dengan dunia penulisan atau menulis cerita-cerita novel.
Buku ini Nadiya tulis pada tahun 2022-2023, yang di mana setiap kali ia menulis, diakuinya banyak tantangan yang dihadapi, terutama dead lock. Untuk mengembalikan semangat menulisnya, Nadiya biasnya membaca ulang tulisan novelnya dari awal dan melanjutkannya kembali. Di tahun 2024, novel ini akhirnya rampung, dan saat ini sedang dalam proses terbit.
Kisah Nadiya Arisandi, penulis novel muda yang menginspirasi banyak orang, menunjukkan bahwa tekad dan keinginan tidak mengkhianati hasil. Seseorang bisa mengembangkan bakat dan mewujudkan mimpinya. Nadiya adalah contoh nyata bahwa dalam setiap individu terdapat potensi luar biasa yang dapat digali dan dikembangkan.
____
Jurnalis: Anisa Eka Apriliayanti